Cerita Giab - Misteri Efek Negatif Punya Benda Pusaka

Cerita-Giab-Misteri-Efek-Negatif-Punya-Benda-PusakaCerita Gaib - Kisah misteri nyata mempunyai benda mistik seperti keris, jimat, tombak dan sebagainya yang termasuk benda pusaka mistik bisa mempunyai efek negatif salah satunya akan menghambat proses kematian ajal, walau pun tidak dipungkiri lagi bahwa kematian tersebut sudah ditentukan oleh Allah SWT, berikut ini ialah kisah misteri nyata seorang yang susah meninggal sebab menyimpan benda mistik pusaka.

Tubuhnya kurus, orang Jawa bilang tinggal (lung-lit) "balung/tulang dan kulit", punggungnya mulai tumbuh borok sebab terbaring lama seperti mayat hidup saja, entah mengapa, Tuhan masih belum memanggilnya dengan kondisi seperti itu.

Minggu Kliwon, 15 Februari 2015, sore hari bakda Maghrib, seorang anak muda, tetangga dekat datang kerumah saya di Surokarto, pria yang bernama Rico tersebut menemui suami saya, mas Tarjo, tidak lama kemudian, datang tamu lain dari Magelang.

Seperti biasa, untuk melemaskan syarat kepala, penulis sajikan Cappuccino, kalau kopi hitam terus, kasihan lambung suami tercinta yang mulai kerap kembung, meski dokter menyarankan berhenti ngopi, akan tetapi kelihatannya masih belum bisa dilakukan.

Dari pembicaraan mas Tarjo dengan Rico, penulis tahu yang dibahasnya, "kondisi Eyang Wiryo Menol amat mengenaskan, mengapa ya, om, Tuhan masih belum berkesan memanggilnya?" tanya Rico.

Mas Tarjo merenung sejenak, terus berkata, "kakek kamu mempunyai cekelan, mungkin itu yang menghambat kematiannya."

"Cekelan apa itu om?" tanya Rico, dalam bahasa Jawa, cekelan artinya pegangan ilmu, pusaka atau piranti mistik.

"Bisa berupa pusaka, bisa juga berupa ilmu atau susuk ditubuhnya, coba kamu cari dirumahnya," jawab mas Tarjo.

Rico pamit pulang sambil mencari kemungkinan kakeknya yang bernama Eyang Wiryo Menol menyimpan pusaka, kemudian mas Tarjo berbincang-bincang dengan tamu dari Magelang yang ingin curhat tentang masalah kehidupan, mungkin garis hidup mas Tarjo yang kerap didatangi orang-orang yang dirundung masalah kehidupan, sebagai isteri, penulis memahami anugerah yang diberikan Gusti Allah kepada suaminya, serta di selalu menekankan bahwa menolong sesama yang membutuhkan harus dengan keikhlas, tanpa pamrih, tentu butuh waktu bertahun-tahun memahami prinsip hidup sederhana suami, cuma kasih saya yang akhirnya membukakan pintu pengertian.
Cerita-Giab-Misteri-Efek-Negatif-Punya-Benda-Pusaka

Senin Legi, 16 Februari 2015, rico datang lagi bersama kakak sepupunya, Anto, mereka membawa tombak dengan landeyan "stik" sepanjang 1 meter, sedangkan satunya sebilah keris kecil "cundrik" dibungkus kain hitam gosong bekas terbakar, pusaka seperti itu disebut Keris Nyai Sombro, mas Tarjo menjelaskan Nyai Sombro ialah nama wanita cantik dari kerajaan Pajajaran, serta keluarga Mpu "pembuat tosan aji" sekira abad 10 M, keris-keris buatan Mpuni Sombro dikenal mempunyai kekuatan gaib untuk membantu wanita agar mudah melahirkan, pengobatan, pengasihan, menghidarkan hama penyakit, keselamatan dan ketenteraman.

Bentuk dapur buatannya sederhana dengan ciri khas seperti dipejet tangan dan bagian besinya dipelintir dan ada lubangnya, bentuk bilahnya tidak panjang, 95 persen kerisnya lurus, jika ada yang luk biasanya keris khusus yang powernya pun amat luar biasa, beberapa kerisnya bergonjo iras "terusan", meski sederhana, namun besi pinilih dan tampak berwibawa.

Nyai Sombro terkenal di Pajajaran, saat Pajajaan mengalami kemunduran, Nyai Sombro pindah ke Brang Wetan, Tuban, yang saat itu menjadi pelabuhan besar di Pulau Jawa, nama asli beliau di Pajajaran ialah Mpuni Anjani, konon, saat membuat pusaka, Nyai Sombro tidak seperti Mpu pada umumnya yang menempa pusaka di besalen perapian dengan palu atau godam.

Nyai Sombro biasa membawa bahan besi ditengah lautan dan hanya ditangan saja, sehingga setiap hasil buatannya seperti ada pejetan ibu jari kalau membuatnya di daratan, Nyi Sombro kerap duduk di galengan "pematang sawah", cuma dengan pahanya yang dijadikan landasan untuk memejet pusaka, tanpa perapian, baginya besi seperti tanah liat basah.

Satunya lagi berupa luk 7 berdapur Sladang hasto, tangguh Mataram Senopaten, karya Mpu Ki Nom atau Supo Anom, beliau putra Mpu Supo Mandrangi yang berarti cucu dari Mpu Supo Sepuh, Tombak buatan Mataram Senopaten biasannya berkarakter keras dan wibawa, karena pada sedang giat ekspansi wilayah, sesudah keruntuhan Kerajaan Pajang.
Aura pusaka itu pun berkarakter seperti saat kerajaan itu berlangsung mengitari roda zaman, sehingga pusaka seperti ini amat bagus dipergunakan bagi aparat negara agar terkesan berwibawa dan tegas, demikian penjelasan dari mas Tarjo kepada kedua tamunya.

"Mengapa sebilah pusaka bisa menghambat kematian pemiliknya, om?" tanya Anto.

"Tentu bisa kalau kita salah menempatkan karya leluhur ini tidak sebagaimana mestinya," jawab mas Tarjo.

Mas Tarjo mengungkapkan dalam sebilah pusaka tersebut ada beberapa faktor pendukung kekuatan mistis yang terkandung di dalamnya, antara lain :
1). Aura murni pusaka, terdiri dari susunan besi yang dipilih oleh Mpu untuk ditempa dijadikan sebilah tosan aji, dari berbagai besi, kadang menggunakan titanium atau meteor untuk pamornya akan memengaruhi karakter pusaha, Aura pusaka ini keras untuk lunak, wibawa atau pengasih, tergantung dari besi yang dipilih oleh Mpu, Aura murni pusaka ini tidak bakal hilang kalau bendanya yang masih ada.

2). Daya saran dan doa, ialah ketika Mpu menempa pusaka, dia harus menyucikan jiwa dan raganya dengan laku tirakat, terus dia memasukan daya saran di dalam bilah, daya saran seperti hipnotis yang dilakukan dengan tirakat dan menempati bilah dengan jangka amat lama, disebut daya post hipnotis, daya ini jika bilah pusaka dicabut kadang keluar api, angin, hewan-hewan mitologi dll, akan tetapi kalau saat penempaan pusaka tergoyanghkan doa dan saran gaibnya, maka dianggap tosan aji tersebut gagal produk.

Maka akan diulangi lagi proses pembuatan dari awal, daya saran ini kebanyak untuk tujuan mulia, akan tetapi Mpu juga manusia, tidak lepas dari rasa iri dengki, daya saran yang diberikan kadang untuk menghancurkan orang yang dibenci.

Semisal dibuat pusaka dengan penampilan yang amat bagus, akan tetapi daya saran yang dimasukan hitam dan buruk, akibatnya orang yang merawat pusaka tersebut bakal mengalami musibah beruntun, pusaka seperti ini pun dimasa mendatang akan tetap membawa sial, dan seyogyanya dilabuh.

3). Aura makhluk halus, orang zaman dahulu kerap membuat sesaji pusaka dengan berbagai macam hidangan dan aneka wewangian berupa kemenyan, hio, bahkan candu, hidangan dan aroma ini mengudang makhluk halus yang biasanya jin dan sukma nglemboro, bakal mendekat dan ikut menikmati sesaji itu, dan lama-kelamaan mereka akan kerasaan dan menetap di lokasi tersebut, mereka kerap diistirahatkan Mager Sari, kehadiran mereka dapat menambah daya sakti pusaka, akan tetapi juga bisa membelokan orang-orang yang tidak paham tentang esoteris pusaka, seperti misalnya setiap Jumat dikasih sesaji, tiba-tiba pemilik pusaka lupa menyajikan, terus malam hari dia mimpi atau ditemui sosok gaib yang meminta kepana tidak diberikan sesaji yang kadang disertai ancaman, ini peran jin yang sebenaranya bukan aura murni pusaka.

Kisah Mistis Jin Penunggu Benda Pusaka Mengganggu Kematian

Cerita-Giab-Misteri-Efek-Negatif-Punya-Benda-Pusaka

Menurut mas Tarjo, apa yang terjadi dengan Eyang Wiryo Menol, kalau ditilik dari bilah pusaka yang gosong terbakar tersebut menandakan kalau pusaka tersebut dibakari kemenyan dan sesajian lainnya, sehingga poin ketiga itu yang terjadi, banyak makhluk halus yang mengitari bilah pusaka, sebab penyatuan yang terjadi sudah berlangsung sekian tahun, persenyawaan ini sebagai semacam tri tunggal, antara aura pemilik aura murni pusaka dan aura makhluk halus, penyatuan seperti ini yang diuntungkan ialah makhluk halus yang berperan sebagai parasit yang menghisap energi aura murni pusaka dan aura manusia "pemilik" yang salah memperlakukan pusaka itu, sehingga pihak ketiga "makhluk gaib" yang diuntungkan.

Perkiraan mas Tarjo sepertinya benar, jika Eyang Wiryo Menol yang masih bertahan hidup sebab peran faktor X yang berasal dari makhluk yang mager sari dibilah pusaka tersebut.

Secara kebetulan, antara pukul 16.00 hingga 17.30 sore di Surokarto, ada kejadian mengejutkan, tiba-tiba hujan disertai es dan angin puting beliung yang keras, banyak pohon tumbang, ketika kejadian itu mas Tarjo berkata, "sepertinya kejadian alam ini ada sesuatu yang menumoangi, gaib pusaka tersebut menjauh dari Eyang Wiryo Menol serta mulai menyusul dibilah pusaka yang dititipkan dirumah kita."

Selanjutnya mas Tarjo bersedia membantu jalan yang paling bagus untuk Eyang Wiryo Menol sebab kondisi menyedihkan itu.

Syarat Mengatasi Kematian Yang Terhambat Jimat Benda Pusaka Ajal 

Sementara itu, sekitar pukul 20.00 WIB, Rico dan Anto yang telah berada dirumahnya menelpon mas Tarjo mengabarkan kondisi Eyang, dan dugaan Anto, Eyang sudah "lelaku" proses mau meninggal dan kondisi tubuh amat dingin, akan tetapi tidak meninggal juga.

"Tolong kamu berdua cari selembar daun lompong wulung, bambu wulung dan bahan-bahan ini," perintah mas Tarjo menyebutkan bahan dimaksudnya.

Keesokan harinya, mereka mencari bahan itu, oleh mas tarjo, bahan-bahan tersebut dirajah Kolocokro.

"Kamu letakan bahan ini dibawah bantal Eyang Wiryo Menol, kalau sudah takdirnya akan segera dipanggil oleh Gusti Allah, akan tetapi jika belum saatnya beliau bakal sehat kembali," kata mas Tarjo, pukul 22.00 malam, kondisi tubuh Eyang Wiryo Menol justru hangat, hal ini membuat keluarganya bingung.

"Om, badan Eyang yang tadi dingin seperti es, sesudah dikasih syarat tersebut, mengapa sekrang jadi hangat," tanya Rico lewat telepon.

"Biasa, itu tanda kembalinya sukma Eyang kamu yang lama tersingkir oleh jin yang mager sari dipusakanya, kini sesudah diberikan syarat itu, jin-jin tersebut pergi dari tubuh Eyang kami, seiring dengan gejala alam hujan dan angin kencanng, jika memang saatnya kembali pada illahi, beliau pasti akan diambil oleh Yang Kuasa, bantulah doa," pesan mas Tarjo, sekiranya pukul 01.00 dini hari, Eyang Wiryo Menol, meninggal dunia, innalillahi wa inna'illaihi rojiun.

Demikian artikel dari Cerita Giab - Misteri Efek Negatif Punya Benda Pusaka, saya tutup sampai disini, dan juga silahkan di ikuti pada Cerita Gaib kami yang lainnya dan tentunya tidak kalah menarik untuk di ikuti.

Cerita Gaib - Misteri Berbulan Madu Dengan Kuntilanak

Cerita-Gaib-Misteri-Berbulan-Madu-Dengan-KuntilanakCerita Gaib - Kisah nyata ini sungguh-sungguh menimpa seorang penarik becak motor bernama kartono, dia berbulan madu dengan kuntilanak selama tujuh malam di kota Stabat, apakah akibatnya ...?

Kota Stabat ialah ibu kota, kabupaten Langkat, Sumatera Utara, dipenghujung bulan Mei, terlihat amat sepi, kenderaan roda empat dan roda dua yang biasanya hilir mudik melintas ditengah kota, tapi pada saat malam itu tidak kelihatan, semenjak senja sampai larut malam, gerimis memang turun membasahi jalan raya, mungkin karena itu warga kota dan warga yang tinggal dipinggiran kota memilih tetap tinggal dirumah.

Ditengah gerimis berselimut udara dingin menggigit sum-sum, para pedangan di pasara kaget terlihat duduk menemani beberapa orang pengunjung warungnya, biasanya disaat udara cerah, para pedagang tersebut tidak mempunyai waktu berbincang-bincang dengan pengunjung warungnya, mereka sibuk melayani pengunjung warung yang datang dan pergi silih berganti, akan tetapi kali ini suasananya menjadi lain, mereka kelihatan larut dalam perbincangan.

Malam tersebut, menurut penanggalan Jawa, ialah malam Jumat Kliwan, malam yang dipercayi angker, sebab kerap terjadi peristiwa misteri dan irasional, akan tetapi, di zaman now malam keramat itu telah dianggap tidak ada lagi menakutkan, lihat saja, kendati gerimis masih turun, para abang-abang becak masih tetap mencari sewaan tanpa memperdulikan keangkeran malam Jumat Kliwon.

Salah satu dari penarik becak bermotor tersebut ialah Kortono, meski pun malam jumat kliwon dan hujan gerimis tidak juga berhenti, dia masih tetap mencari sewa, Kartono bersama beberapa orang temannya mangkal di simpang kompleks Kantor Bupati Langkat, mereka duduk diwarung sambil menunggu sewaan yang turun dari bus jurusan Banda Aceh - Medan.

Segelas kopi hangat yang Kartono minum tidak dapat mengusir udara dingin, meski pun jaket sampai dua lapis sudah membalut tubuhnya, angin malam dapat menembus sampai ke tulang sum-sum.

Malam baru pukul 23.15 WIB, Kota Stabat yang biasanya ramai menjadi sunyi seperti kota mati, Kartono masih tetap setia menanti calon penumpang becak bermotornya, sebuah bus jurusan Banda Aceh - Medan berhenti, seorang perempuan memakai baju kuning turun dari atas bus yang basag kuyup diguyur hujan itu, sampai menenteng payung ditangannya, perempuan berbaju kuning gading tersebut berdiri dipinggir jalan, menantikan kendaraan yang lewat, dia melambai-lambaikan tangan kanannya kearah Kartono, bergegas Kartono menghidupkan becak mesinnya, dan segera menghampiri si perempuan itu, dalam hari Kartono kegirangan, karena jarang sekali dia dapat sewa perempuan cantik seperti malam ini.

"Becak ...bang!" kata wanita itu dengan suara lembut.

Kartono tanpa sempat menyahut, karena mulutnya seperti terkunci melihat betapa cantiknya perempuan calon penumpangnya itu, sang Dewi pun segera naik keatas becaknya, darah Kartono tersirap ke ubun-ubun, karena secara tidak sengaja rok pendek yang dipakai wanita tersebut tersingkap, sehingga terlihat pahanya yang putih mulus, berulang kali Kartono harus menelan air liurnya.

"Kemana tujuannya, Dik?" tanya Kartono sambil menahan gejolak dalam dada.

"Ke Desa Ulat Berayun," jawab si peremuan itu.

Kartono segera tancap gas menuju alamat yang disebutkan, akan tetapi, yang anehnya, baru sekitar 15 menit Kartono memacu betor "Becak Motor"-nya, tiba-tiba dia merasa berada ditempat yang amat asing baginya, Ya ..., kartono sepertinya memasuki kota metropolitan yang amat megah, kendaraan mewah hilir mudik dan perempuan-perempuan cantik keluar masuk plaza, seingat Kartono, tidak ada plaza-plaza yang mewah seperti itu, bahkan mobil-mobil yang hilir mudik pun sepertinya amat asing dimatanya.

"Rumahnya masih jauh, Dik?" tanyanya sambil terus memikirkan keganjilan yang dihadapinya.

"Diujung jalan sana, Bang!" jawab si perempuan dengan suara lembut dan manja, yang perlahan namun seperti membius Kartono.

"Berhenti disini, Bang!" katanya lagi.

Kartono pun menghentikan becak motornya di depan rumah yang amat megah seperti Istana, halamannya sangat luas ditumbuhi rumput hijau dan bunga aneka warna, bagian teras rumah tersebut dihiasi lampu kristal yang amat mewah.

"Singgah ya Bang, nanti saya buati minuman bandrek susu," ajak perempuan itu ramah.

Kartono tidak dapat menolak ajakan itu, karena si perempuan sudah bergayut mesra dipundaknya, kebetulan, udara dingin begini meminum bandrek susu pasti dapat menghangatkan badan, disamping itu, jarang sekali dia mendapat tawaran sebaik ini dari seorang penumpang, apa lagi dari perempuan yang amat cantik sekali, begitulah bisik batin Kartono.

Sementara Kartono yang masih sibuk mengendalikan perasaannya, perempuan misterius tersebut mengambil anak kunci rumahnya dari dalam tas tangan yang di sandang dibahunya, tidak lama kemudian, pintu depan rumah nan megah tersebut terbuka, Kartono dipersilahkan duduk diruang tamu yang tertata amat artistic, sehingga membuat terus terbengong-bengong, perabotan rumah tangga di dalam ruangan tamu tersebut seluruhnya terbuat dari kayu jati yang ukirannya amat indah.

"Duduk sebentar ya Bang, saya ke dapur menyiapkan minuman buat Abang," ucap si perempuan misterius itu, suaranya amat lembut dan manja, Kartono cuma bisa mengangguk, dia terus terkagum-kagum melihat perabotan dalam rumah serba mewah dan megah itu, pastilah perempuan ini anak orang kaya, sebab rumahnya saja bagaikan istana raja, bisik hati Kartono lagi.

Pria beranak satu ini lebih kagum lagi ketika dia menatap perempuan pemilik rumah datang membawa dua gelas minuman, yang sudah berganti baju setengah telanjang, lekukan tubuhnya terlihat nyata di mata Kartono, perempuan itu cuma tersenyum menggoda, saat menyuguhkan gelas berisi bandrek susu, Kartono dapat melihat leluasa dua bukit kembar tegak berdiri runcing di dadanya yang montok, perempuan tersebut hanya tersenyum menggoda.

"Malam ini Abang menginap dirumah saya aj?" saya takut sendirian dirumah Bang!" rengek manjanya.

"Kedua orang tua kamu kemana?" tanya Kartono, agak gugup.

"Sudah meninggal dunia, Bang, ayah meninggal akibat kecelakaan lalu lintas, dan Ibu saya meninggal bunuh diri," cerita di perempuan itu.

Oooo! Kartono melongo, sampai akhirnya perempuan manja itu bersandar dipundaknya, sekejap kemudian, jari jemarinya yang lembut menyelusuri pusat-pusat birahi ditubuh Kartono.

Laki-laki mata keranjang ini pun tidak kuasa untuk tidak membalas sentuhan itu, dia bahkan melakukannya dengan lebih agresif, syahwatnya menuju puncak.

"Bang, kita melakukannya di dalam kamar saja ya?" ajak si perempuan itu sambil melepaskan dekapannya, Kartono cuma menurut saja.

"Gendong, Bang!" rengek perempuan itu, manja.

Kartono menuruti saja keinginannya, tubuh sintal padat dan berisi itu dibopongnya.

"Kamarnya dimana ya?" tanya Kartono, kamar dalam rumah itu memang ada beberapa pintu.

"Nanti saya kasih tahu," jawab si perempuan.

Kartono pun berjalan mengikuti perintah si perempuan, yang memintanya menuju ruangan dilantai dua, kamar dilantai dua ini lebih mewah lagi, Kartono terkagum-kagum melihat ruangan kamar yang amat indah dan megah, seperti kamar seorang puteri raja, disana ada tempat tidur terbuat dari kayu jati pilihan berukiran burung raja wali yang sedang mengepakan sayapnya, cahaya lampu dalam kamar tersebut remang-remang, bau aroma wangi memenuhi seluruh ruangan yang didesain untuk pasangan pengantin baru.

"Nama adik siapa?" tanya Kartono, penasaran, begitu terpesonanya, sampai dia lupa menanyakan nama perempuan cantik yang mengajaknya bercinta.

"Sri Kunti," jawab si perempuan manja.

"Nama saya Kartono!" sahut Kartono, tanpa diminta mengenalkan dirinya.

Sempat terlintas dalam benak Kartono kalau nama perempuan ini aneh, tidak seperti nama kebanyakan perempuan, namun apa arti sebuah nama, bisik hatinya, Kaartono sudah tidak sabar ingin segera melepaskan nafsu birahinya.

"Jangan buru-buru, Bang, sabar sebentar ya," pinta Sri Kunti.

"Saya sudah tidak tahan lagi!"

"Tapi kita harus menikah dulu?"

"Siapa yang akan menikahkan kita?"

"Itu orangnya!" Sri Kunti menunjuk keruangan tengah rumahnya dari atas lantai dua, anehnya, diruangan itu sudah ramai orang berkumpul, mereka semua memakai baju bagus seperti hendak menghadiri resepsi pernikahan.

Saat Kartono masih kebingungan, Sri Kunti turun dari atas lantai dua, dia berjalan menggandeng tangan Kartono, bersamaan dengan itu, Kartono melihat busana yang dipakai Sri Kunti sudah berubah menjadi busana pengantin berwarna putih, pada hal sebelumnya, perempuan itu mengenakan gaun sutra yang transparan.

Ah ...., aneh sekali! mengapa bisa begini cepat? keraguan ini sempat terselip dibatin Kartono, akan tetapi entah kenapa, dia kemudian tidak berusaha mempersoalkannya.

Kartono sendiri bertambah bingung, karena dirinya juga sudah memakai baju jas berwarna hitam dan memakai dari, pada hal sebelumnya, dia berpakaian lusuh, dengan jeans belel kesayangannya, akhirnya mereka berdua menghadap petugas yang akan menikahinya, akad nikah yang Kartono laksanakan tidak seperti waktu dia dulu menikah dengan Tutik, isterinya yang selalu setia menunggu dirumah, Kartono cukup hanya mengucapkan ikrar setia sesudah itu sudah resmilah mereka sebagai pasangan suami isteri.

Sesudah resepsi pernikahan selesai, semua tamu yang datang pergi meninggalkan rumah, kini tinggal mereka berdua di dalam rumah besar itu.

Hujan gerimis berubah menjadi amat deras, udara dingin menusuk tulang, Kartono membutuhkan kehangatan, Sri Kunti pun sama membutuhkannya.

"Sekarang kita sudah resmi sebagai pasangan suami istri, silahkan Abang menikmati tubuh saya," ucap Sri Kunti.

Sehelai demi sehelai kain pembalut tubuhnya dia buka, sehingga akhirnya tampaklah pemandangan yang membuat lutut Kartono gemetaran.

Pasangan yang barusan melangsungkan ikrar hidup berdua itu tidak sabar menikmati malam pertamanya, Kartono menggendong tubuh Sri Kunti memasuki kamar tidur yang sudah dipersiapkan untuk mereka berdua, tubuh sintal itu Kartono baringkan diatas kasur empuk, permainan birahi segera mereka lakukan, kedua pasangan pengantin baru ini berpacu menuju finish, keduanya berlari sama-sama kencang dan sama-sama binal seperti kuda liar sumbawa, desah nafas kenimatan yang tiada tiara, selama ini, setiap dia berhubungan intim dengan isterinya selalu terasa hambar, demikian juga saat dia melakukannya dengan PSK, Kartono merasakan kenikmatan biasa-biasa saja, akan tetapi pada malam ini dia merasakan rudalnya, tubuh pasangannya lemas, berbeda dengan Sri Kunti, meski pun permainan diatas tempat tidur sudah berlangsung selama hampir dua jam, stamina tubuhnya masih stabil, berbeda dengan Kartono, dia sudah tidak sanggup lagi melanjutkan permainan, dia menyerah kalah.

"Ayok lanjutkan lagi Bang!" pinta Sri Kunti, menantang.

"Saya sudah tidak sanggup lagi Sri!" jawab Kartono, menyerah.

"Biasanya Abang tidak pernah menyerah?"

"Kaulah satu-satunya perempuan yang dapat menaklukan saya, kau hebat Sri!" puji Kartono, Sri Kunti hanya tersenyum mendapatkan pujian ini.

"Kapan kita ulangi lagi ...Bang?"

"Besok malam."

"Abang tidak pulang?"

"Untuk apa saya pulang, Isteri saya dirumah tidak dapat memberikan kepuasan, berhubungan intim denganya sama dengan memeluk bantal guling, tidak ada rasanya!" Kartono mengeluh tentang isterinya, yang usianya memang lebih tua lima tahun dengannya.

"Malam sudah menjelang subuh, kita tidur ya, Bang!" bisik Sri Kunti, Kartono cuma menganguk saja, akhirnya keduanya segera memejamkan mata, sebab tubuh mereka sudah letih, sebentar saja mereka telah lelap tertidur pulas, dan mereka melewatkan waktu yang amat panjang dalam tidur itu.

Menjelang senja, Kartono baru terbangun dari tidurnya, lampu di dalam rumah telah menyala semunya, sementara itu, Sri Kunti barusan saja mandi dan keramas, rambutnya yang panjang sampai pinggul masih terlihat basah, tubuh Kartono yang masih terasa lemah, seluruh sendi-sendi tulangnya terasa mau copot semuanya.

"Mas mandi dulu, saya sudah siapkan air hangat dan handuk dalam kamar mandi," perintah Sri Kunti.

Kartono menurut saja perintah Sri Kunti, dia segera mandi disebuah kamar mandi yang amat mewah, sehingga lagi-lagi Kartono tidak henti mengaguminya, dia pun merasa seperti mendapat durian runtuh, tinggal dirumah mewah, dengan isteri yang cantik sekali.

Selesai mandi, di meja makan, Sri Kunti sudah menyiapkan hidangan santap malam, mereka berdua menikamti hidangan makan malam.

Sesudah selesai santap malam, Sri Kunti mengajak Kartono ke taman belakang rumah, mereka berdua bercengkerama sambil bermain ayunan.

"Sri, permainan kita lanjutkan di dalam rumah saja ya!" ajak Kartono yang sudah tidak sabar ingin segera melampiaskan nafsu birahinya, Sri Kunti hanya menganguk saja.

"Gendong, Bang!" rengek manjanya.

Permainan Sri Kunti ini tak dapat ditolaknya, Kartono membawa Sri Kunti masuk ke dalam kamar tidur, kain seprai sudah diganti dengan yang baru, tubuh perempuan yang digendongnya dia baringkan diatas kasur empuk, mereka segera berlari menuju ke puncak birahi, permainan malam kedua ini lebih hebat dan lebih gila lagi, mereka baru mengakhiri permainan ranjangnya menjelang subuh, keduanya terkapar lemah tidak berdaya, mereka pun kembali tertidur lelap.

Menjelang senja, Kartono lagi-lagi baru terjaga dari tidurnya, demikian yang terjadi seterusnya, setiap hari Kartono menjalani runitias seperti itu, bercinta sampai larut, tertidur pulas, dan baru terjaga saat hari sudah senja, Kartono sama sekali tidak pernah mengetahui kehidupan disiang hari, semua aktivitas hidup di dunia lain tempat Sri Kunti tinggal menetap sepertinya hanya berlangsung pada malam hari, kampung tempat Kartono kini tinggal sepertinya hanya muncul menjelang senja hingga subuh, siang hari kampung tersebut tidak pernah ada.

Sudah lima hari, Kartono tidak pulang kerumah, informasi yang diterima oleh Tutik, isterinya menyebutkan bahwa malam Jumat kemarin, suaminya mengantarkan perempuan cantik, sesudah mengantarkan perempuan tersebut Kartono tidak pulang kerumah.

Tutik sudah mencari Kartono kemana-mana, akan tetapi tidak juga ditemukan Kartono, karena takut terjadi sesuatu kepada diri suaminya, Tutik bahkan sudah melaporkan kasus hilangnya Kartono kepada pihak polisi.

Beragam prediksi muncul akibat menghilangnya Kartono, ada yang berpendapat barangkali perempuan yang diantarkan Kartono tersebut ialah anggota sindikat perampok.

Tapi, Tutik tidak percaya suaminya dirampok, nalurinya mengatakan, suaminya yang mata keranjang tersebut lagi bersenang-senang dengan perempuan cantik yang diantarkannya, apa lagi, beberapa tahun yang lalu, Kartono pernah sampai tiga hari tidak pulang kerumah sesudah mengantarkan sewa seorang perempuan cantik, ternyata Kartono tinggal serumah bersama perempuan tersebut.

Teman-teman satu profesi dengan Kartono ada yang menyarankan untuk meminta bantuan dukun untuk mengetahui dimana Kartono berada sekarang ini, saran itu dituruti oleh Tutik, dengan diantarkan oleh adiknya, Tutik mendatangi rumah Mbah Katijo, dukun kampung yang tidak diragukan lagi kemampuannya.

Dihadapan Mbah Katijo, Tutik menceritakan tentang suaminya sudah lima hari tidak pulang kerumah.

"Suami kamu sedang berbulan madu," ucap Mbah Katijo, menjelaskan.

"Dengan siapa dia menikah, Mbah?" tanya Tutik sambil menahan geram, dalam hati, dia mengumpat habis-habisan suaminya, pada hal dulu Kartono sudah bersumpah tidak lagi berselingkuh, kini dia ulangi lagi.

"Dia menikah dengan perempuan dari dunia lain."

"Siapa perempuan itu, Mbah?" Tutik menjadi penasaran.

"Dia bangsa Kuntilanak!"

Mendengar Mbah Katijo menyebut nama Kuntilanak, bulu roma Tutik merinding, "apakah suami saya masih bisa pulang, Mbah?" tanyanya sambil menahan tangis.

"Bisa, tapi harus sabarlah, biasanya acara bulan madu bersama Kuntilanak dari dunia lain berlangsung tidak lebih dari tujuh hari," ucap Mbah Katijo, menjelaskan.

Berarti dua hari lagi Kartono baru pulang kerumah?

Memang aneh, memasuki malam ketujuh, Kartono berpamitan kepada Sri Kunti hendak pulang kerumahnya, entah bagaimana, tiba-tiba Kartono merasakan kerinduan teramat berat kepada keluarganya, kepada Tutik, isterinya, juga kepada Dimas, anaknya yang baru berusia 5 tahun.

"Bukankah Abang sudah berjanji ingin hidup bersama saya?" protes Sri Kunti, mengingatkan.

"Namun saya mempunyai keluarga!"

Sri Kunti diam beberapa saat lamanya, terus dengan tenang dia berkata, "pulanglah, Bang, keluarga Abang dirumah pasti menanti kepulangan Abang."

Sri Kunti pun melepaskan kepergian Kartono dengan linangan air mata, dia mengantarkannya sampai ke depan perkarangan rumahnya, Kartono menyelusuri jalan raya di dunia maya yang membingungkan itu, aneh, saat Kartono tiba disebuah persimpangan jalan, kota itu hilang secara misterius, becak bermotornya yang dikemudikan mendadak mati mesinnya, sesudah diperiksa, bensinya habis.

Malam sudah menujukan pukul dua dini hari, suasana disekitar begitu sepi, disebelah kiri jalan, Kartono melihat hamparan kuburan umum, ratusan orang dikuburan disana, bulu kuduk berdiri meremang, badannya mendadak lemas.

Perkampungan warga sekitar satu kilometer lagi, Kartono tidak sanggup mendorong becaknya, tubuhnya amat lemah, seluruh sendi-sendi ototnya rasanya copot, kemudian Kartono memutuskan tidur di dalam becaknya, pada hari, saat dia terjaga dari tidur pulasnya, orang-orang ramai berada disekelilingnya, dia mencoba untuk bangkit dari atas becak, namun usahanya sia-sia, tubuhnya amat lemah sehingga tidak dapat digerakan sama sekali, teman-teman satu profesi yang kebetulan kenal dengannya, kemudian mengantarkan Kartono pulang kerumahnya, mengetahui berita Kartono pulang, warga disekitar tempat tinggalnya, berbondong-bondong keluar dari rumah.

Dalam tempo sekejab rumah Kartono ramai seperti ada pertujukan dangdut, bertubi-tubi pertanyaan pun diarahkan kepadanya, tapi, Kartono lebih banyak diam, penampilannya berubah dari baisanya, Kartono yang biasanya ceria, kini berubah seperti orang bingung.

Hari berikutnya, Mbah Katijo menemui Kartono, semua yang diceritakan dukun kampung ini dibenarkan oleh Kartono, Tutik menjadi emosi mendengarnya dan api cemburunya tidak bisa dipadamkan, dia tidak sudi lagi menerima Kartono, karena sudah bersebadan dengan makhluk gaib.

Tutik akhirnya pergi membawa anaknya kerumah orang tuanya, tinggallah Kartono seorang diri di dalam keadaan lumpuh total, kini, dia hidup dari belas kasihan orang-orang yang dekat denganya.

Demikian artikel dari Cerita Gaib - Misteri Berbulan Madu Dengan Kuntilanak, saya tutup sampai disini, dan juga silahkan di ikuti pada Cerita Gaib kami yang lainnya dan tentunya tidak kalah menarik untuk di ikuti.

Cerita Gaib - Misteri Kisah Nyata Hampir Terjerat Nafsu Birahi Hantu Wanita Cantik

Cerita-Gaib-Misteri-Kisah-Nyata-Hampir-Terjerat-Nafsu-Birahi-Hantu-Wanita-CantikCerita Gaib - Saya tiba di Malaysia pada tanggal 05 Desember lalu, pesawat Lion Air yang aku tumpangi dari Jakarta mendarat di KLA tepat pukul 20.45 atau jam 21.45 waktu Malaysia, sebab keterpautan sejam antara Indonesia dan Malaysia.

Dari Jakarta aku bersama empat orang dan bisa dibilang satu rombongan untuk tujuan yang sama ialah menghadiri hajatan pernikahan atau kenduri dalam bahasa Malaysia dari Azhar, putra pertama dan Cik Irma dan Wan Burhan, karni berlima ialah sekian orang yang pernah ditolong oleh keduanya sehingga sudah semestinya kami berbalas jasa.

Sebenarnya Cik Irma dan Wan Burhan bukanlah warga asli Malaysia, mereka pendatang yang tergolong sukses, mereka menginjakan kaki di bumi Ipin-Upin ini semenjak tahun 2001, karena Wan Burhan sendiri sudah berlatar belakang orang kaya, terus untuk mengembangkan bisnis di Malaysia baginya tidaklah sulit, bahkan di Bengkulu sendiri, tanah kelahiran Wan Burhan, dia yang masih mempunyai berpuluh hektar warisan yang ditanami sawit.

Untuk Sampai diperumahan elit Bukit Saujana Selangor, tempat tinggal Wan Burhan sekeluarga, kami yang harus menempuh waktu sekitar sejam naik kereta/mobil.

Tapi, tidak seperti di Indonesia, jalan raya di Malaysia mulus tiada kendala, dan selama dalam perjalanan, tidak sedikit pun aku mendengar suara klakson dan mobil, sepeda motor pun cuma hitungan jari saja.

"Iyalah Bang, orang disini sudah sedar peraturan, "ucap Ibek putra kedua dari Wan Burhan yang kebetulan menjemput kami, dengan logat Malaysia.

Ibek terus berhenti di salah satu kedai, " kita makan Tomyam dulu ya bang," ucapnya.

"Kata Mama jangan sampai laper jika sudah di Malaysia.

"Memang karena kami dilandasi lapar, mangkok-mangkok Tomyam itu pun terlahap habis, sesudah itu kami melanjutkan perjalanan sampai tiba dirumah Wan Burhan.

Ketika itu acara kenduri tinggal dua hari lagi, sedangkan akad nikah sudah satu minggu yang lalu di kelantan sebab Kak Noor, isteri dan Azhar ialah warga Kelantan asli.

"Berapa jam Kelantan, Wan?" tanya saya kepada Wan Burhan diseha-sela minum kopi.

"Sepuluh jam, Din," jawabnya singkat, "namun tidak ada capek waktu itu, semuanya senang."

Untuk acara pesta kenduri, Wan Burhan menyewa tempat khusus di Kayangan Heights, perumahan super elit bagi kalangan berduit atau jetset, tarif sewa tempat saja 6,000 ringit atau setara dengan Rp.18 juta sehari, yang masih belum kabinet dapur dan orgen tunggal yang didatangkan langsung dari Jakarta.

Menurut Wan Burhan, yang datang dari Indonesia saja diperkirakan ada seratusan lebih, dan semuanya dia yang belikan tiket pesawat, dalam bayangan saya, berapa ratus juta yang digelontorkan untuk kenduri kali ini,

Sore itu, aku bersama dengan tiga rekan lainnya datang kesana untuk memasang dekorasi serta menata bunga-bunga.

Pemandangan di Kayangan Heights memang indah luas biasa, di dekat tempat pesta ada kolam renang itu amat luas dengan lanskap perbukitan, burung-burung jalak pun dengan damainya terbang kesana kemari.

Tanpa terasa sudah jam 23.00 malam sudah lewat, dua teman saya telah capek dan saya lihat merem-melek diambang tidur, sedang saya sendiri yang masih merapikan tatanan bunga dan tulisan-tulisan yang masih belum rapi, keheningan malam itu buyar saat saya dengar debur sesuatu dari kolam renang, baru saya sadar bahwa sedari tadi ada orang yang berenang.

Malam-malam dingin begini siapa yang berenang ya? pikir saya.

Bola mata saya keulekatkan betul ke sosok itu, meski terang, namun saya masih belum melihatnya sebab tidak juga dia menyembul.

Kemudian saya ketahui dia seorang wanita berambut sebahu dan berkulit kuning mengkilat, dia melambaikan tangan kepada saya, saya pun mendekat, saya lihat dua teman saya yang dari Indonesia sudah terlelap sebab capek.

"Mau ade kenduri?" tanyanya menyapa saya.

"Iya ...,iya jawab saya gugup," dari Indonesia?" tanyanya lagi, saya cuma mengangguk.

Kami terus berbincang lama, tidak kelihatan ada sesuatu yang aneh dan dirinya, kecantikannya ialah perpaduan antara Melayu dan Cina, begitu dia memperkenalkan dirinya kepada saya meminta tolong untuk mengantarkan kerumahnya yang dia beli dua tahunan yang lalu, dia beralasan tidak bawa mobil, rumah itu, seharga lima ratus ribu ringgit, alamak ...jadi satu rumah di komplek kayangan Heigth harganya sekitar Rp, 1,5 milyar, saya menelan ludah.

Karena tugas saya sudah berakhir, saya pun mengiyakan saja permintaannya, sebelum pergi saya menemui Rojab, satpam yang berasal dari Hindustan, akan tetapi dia juga sudah terlelap tidur, Lin sendirian dirumah mewah tersebut, dia sudah bercerai dengan suaminya yang orang Cina.

Kelihatannya dia tidak mau mengungkit lagi masa lalu yang buruk itu.

"Teh tubruk pakai susu atau white coffe?" Lin menawari saya saat sudah sampai dirumah mewahnya.

"Tidak ..., maaf, saya langsung balik kesana ya Lin, sudah larut malam," tolak saya, tidak enak rasanya malam-malam begini dirumah seorang janda.

"Tuggulah barang sebentar," kata Lin setengah merajuk, Lin terus mendekati saya dan langusng melekatkan bibirnya ke bibir saya, Spontan hasrat kelelakian saya meninggi sehingga saya pun membalasnya.

Saat dia sudah membuka semua bajunya dan dengan beringas mendatangi saya, seketika kesadaran pulih dan langsung teringat kepada Sinta, istri saya, saya telangkupkan kedua tangan saya ke wahah.

"Maaf Lin, saya harus secepatnya balik," tugas saya, Lin saya memakai bajunya perlahan.

"Tidak apalah," ucapnya dengan nada rendah, " dibawah almari tu ada wangku sebelas ringgit, jika saya tak ade, ambilah semuanya."

Saya sedikit heran dengan kata-katanya, "Maksdunya apa?" belum sampai lengkap pertanyaan atas keheranan saya, Lin meniup wajah saya dan semuanya terasa gelap.

"Din, bangun ...bangun lamat-lamat saya dengar suara Wan Burhan memanggil.

Saya rekahkan mata saya sedikit demi sedikit, sesudah normal, saya melihat di dekat saya sudah ada Wan Burhan, dua teman saya dan Rojab.

Dimana Lin? aneh, apa yang terjadi? rumah Lin juga kotor dan barang-barang berserakan disana disini, pada hal semalam jelas-jelas saya dirumah mewah Lin, dan saya hafal betul tempat-tempat almari, kursi dan perabotan lainnya.

Keheranan saya terjawab oleh cerita Rojab yang sudah fasih berbahasa Melayu meski pun sesekali berbahasa Inggris, menurut dia, rumah ini sudah dua tahun lebih kosong sebab dulu pernah terjadi pembunuhan sadis.

Sang suami yang sekarang dipenjara karena menghujamkan 18 tusukan ketubuh isterinya, Rojab juga bercerita bahwa dia sering melihat bayangan wanita dirumah ini saat malam-malam dia sedang bertugas keliling.

Mungkinkah itu Lin?

Saat sudah keluar pintu mendekati mobil, saya kembali melirik ke dalam, saya masih ingat betul apa pesan Lin.

"Tunggu sebentar, Wan," pinta saya.

"Aduuuhhhh, apa lagi Din," sahut Wan Burhan sedikit jengkel.

Saya tidak menjawab akan tetapi langsung menuju kealmari, seperti yang ditunjukan Lin semalam, Wan Burhan, rojab dan kedua teman saya terpaksa mengikuti saya, saya jongkokkan badan, serta saya mulai merogoh bawah almari yang renggang, tangan saya menyangkut sesuatu berupa sejenis kertas.

Ketika saya angkat dan saya buka, ternyata isinya uang ringgit Malaysia yang amat banyak, semuanya terpana dan heran atas apa yang barusan terjadi, semua uang itu terus saya berikan kepada pengurus masjid setempat, kebetulan bertepatan dengan amal sedekah bagi rakyat Syaria di masjid tersebut, harap saya, semoga Lin tenang dan tidak lagi mengganggu kami lagi.

Demikian artikel dari Cerita Gaib - Misteri Kisah Nyata Hampir Terjerat Nafsu Birahi Hantu Wanita Cantik, saya tutup sampai disini, dan juga silahkan di ikuti pada Cerita Gaib kami yang lainnya dan tentunya tidak kalah menarik untuk di ikuti.

Cerita Gaib - Misteri Arwah Suami Mengajak Berhubungan Badan

Cerita-Gaib-Misteri-Arwah-Suami-Mengajak-Berhubungan-BadanCerita Gaib - Kisah nyata semenjak ditinggal mati suami saya "Mas Hendrik", saya tinggal cuma berdua dengan anak saya Maryanti, yang baru berusia 8 bulan, saya tetap memilih tinggal dirumah yang baru kami bangun 2 tahun yang lalu di Petenjo Kidul, Parungpanjang, Kabupaten Tangerang, Banten.

Rumah kami ialah Istana Nina Bobo, sebuah tempat tinggal yang amat cukup besar di Petenjo Kidul, untuk ukuran bangunan di desa, 800 meter bertingkat, amatlah luas, istana kami  tersebut kami bangun diatas tanah perkebunan bambu berluas 5,800 meter/segi, rumah tersebut dirancang oleh Mas Hendrik sendiri, kebetulan mas Hendri sebagai seorang arsitek, bentuk bangunan rumah kami mirip rumah-rumah tua zaman Belanda, ada empat pilar besar dari dasar tanah sampai ke lantai atas, ada lima puluh jendela kecil-kecil mirip loji Amsterdam, ada jendela besar berjumlah sepuluh menyerupai gedung Vreideburg, jalan Malioboro, Yogyakarta.

Ada pos jaga didepan, gardu monyet untuk 2 orang satpam, namun 2 satpam tersebut Suryanto dan Murad Sanjoyo, saya berhentikan sebab saya tidak bisa lagi membayar gaji mereka untuk menjaga dirumah kami, 2 pembantu juga, tukang masak dan tukang cuci, Marsinah dan Maryam, pun saya berhentikan dari pekerjaan mereka sebab tidak bisa membayar mereka tiap bulan.

Sebenarnya saya amat terpaksa memberhentikan keempat orang yang telah lama bersama kami itu, mereka telah seperti keluargaku sendiri, akan tetapi saya tidak bekerja, tidak mempunyai penghasilan tetap untuk bisa membayar gaji mereka semuanya, karena selama ini saya cuma mengandalkan keungan dari suamiku, maka itu, saya amat terpaksa memberikan santunan kepada mereka serta memberhentikan mereka dari pekerjaannya.

Tapi, saya bersyukur keempat orang tersebut sudah memperoleh pekerjaan baru, 2 satpam dipakai untuk menjaga BSD Citu serta 2 pembantu, bekerja direstoran baru, pondok rejeki di Serpong, kota Tangerang Selatan.

 Kini cuma saya serta anak saya yang masih bayi dirumah yang sepi, saya mencuci sendiri, masak sendiri serta jaga anak sendiri, untunglah saya masih mampu membayar listrik, tapi listriknya 2,200 volt, saya irit-irit, cuma lampu-lampu kecil wattnya yang saya nyalakan pada malam hari, kulkas pun yang berjumlah empat unit, saya jual, AC juga lima unit, semuanya saya jual, serta kami berdua tanpa AC, kami menggunakan AC alami dengan kipas angin kecil dikamar.

Pada saat baru-barunya suami saya meninggal, adik, ibu dan kakak saya, masih bisa menemani kami di Petenjo Kidul, akan tetapi, karena semuanya mempunyai kesibukan masing-masing, maka lama kelamaan mereka pamit untuk beraktifitas mereka di Jakarta Barat, ibu saya pun, kembali berjualan di Pasar Meruya serta kakak saya buka warung makan soto Betawi di Kebun Jeruk.

Takdir, demikian saya mensiasati apa yang terjadi kepada diri saya, diluar dugaan, suami saya yang masih relatif muda, berusia 38 tahun, harus berpulang ke pangkuan Illahi, Mas Hendrik menderita penyempitan pemburuh darah ke jantung serta wafat di Rumah Sakit Husni Thamrin, Salemba, Jakarta Pusat.

Suami saya seorang pekerja keras, karena kerja keraslah, maka karirnya melesat cepat, dalam usia 30 tahun, dia diangkat menjadi direktur utama PT. Taman Jaya Bintara, sebuah perusahaan kontribusi bangunan real estate di Jakarta Timur, dari hasil kerjanya, suami saya beli tanah dan membangun rumah mewah di Petenjo Kidul, Parungpanjang, tidak jauh dari stasium kerta api Parungpanjang.

Pada malam Jumat Pon, 28 Februari 2014, saya mendapatkan impian, suami saya datang kerumah kami, kehadirannya seperti bukan mimpi saja, namun persisi sebuah kenyataan, karena dia berbaju kimono batik warna biru yang selama ini kerap dikenakannya, serta semenjak dia meninggal, baju tersebut menghilang dari kamar kami, saya cari kemana-mana kimono tersebut, namun tidak pernah ketemu, akan tetapi pada mimpi saya pada malam jumat Pon itu, baju tidur ala jepang tersebut digunakan oleh Mas Hendrik menemui saya ditempat tidur.

Mas Hendrik mencium kening anak saya yang sedang pulas tidur, dengan perlahan-lahan dia mencium pipi saya dan dalam mimpi itu, kami pun melakukan hubungan suami istri, bermesraan diranjang antara mimpi dan kenyataan, dekian saya merasakan kejadian itu, dibilang mimpi, tapi terasa sangat nyata, dikatakan kenyataan, namun saya merasakan seperti mimpi, saya cubit kulit bahu saya, terasa sakit, yang berarti hal itu nyata, akan tetapi, dibilang nyata, tubuh saya terasa tidak menginjak lantai, saya seperti terbang dan mengambang dari ruang keruang dirumah kami yang lega.

Cerita-Gaib-Misteri-Arwah-Suami-Mengajak-Berhubungan-Badan

Setelah lelah bencengkrama, saya tertidur dan tidak ingat apa-apa lagi, akan tetapi pagi subuh, saya terbangun untuk mandi wajib dan sembahyang arkian, ternyata Mas Hendrik sudah tidak ada lagi ditempat tidur kami.

"Mimpikah saya, atau kenyataan kah itu?" tanya saya pada batinku sendiri.

Kejadian ini saya tidak menceritakan kepada siapa pun, saya sibuk mengurus anak tunggal saya, sebagimana hari-hari sebelumnya, memandikannya, memberikannya sarapan dan mengajaknya bermain bersama.

Pada malam Selasa Pahing, 4 Maret 2014, Mas Hendrik datang lagi, dia tetap datang dengan baju tidur batik kebiasaannya, tubuhnya juga berbau parfurm kesukaannya Elizabeth Arden dan Samsara, kami pun ngobrol serta bercengkrama dan sampai melakukan hubungan badan.

Tapi berbeda dengan pertemuan malam Jumat Pon yang lalu, kali ini kehadiran almarhum benar-benar terasa nyata, saya merasakan benar-benar menghadapi dirinya, fisiknya dan suaranya yang persisi seratus persen.

"Mas Hendirk, mimpikah saya malam ini? Mas Hendrik kan sudah meninggal, napa mau berhubungan intim lagi?" tanya saya, sambil mencubit tangannya yang kekar.

"Ini kenyataan, mama ini benar-benar nyata dan saya kembali kerumah untuk kalian," bisiknya lembut.

Seperti pertemuan pertama, kali ini juga Mas Hendrik raib lagi, dia menghilang entah kemana, mungkin, pikiran saya, dia kembali ke kuburannya.

Malam Rabu Wage, 26 Maret 2014 pukul 23.45 WIB, Mas Hendrik datang lagi ke kamar kami, saya tidak tahu dia masuk dari pintu mana atau jendela mana, akan tetapi yang jelasnya dia tahu-tahu sudah berada disebelah saya dan membelai rambut saya, kami ngobrol banyak hal tentang usahanya, tentang anak kami, tentang kesehatan saya dan tentang kematiannya.

Kali ini, Mas Hendrik datang memberitahukan tentang uangnya disebuah bank, yang selama ini saya tidak tahu menahu tentang depositonya yang berjumlah milyaran di Bank Gumilang, sebutlah begitu, dan dimintanya saya mengambil uang tersebut, buku bank Gumilang tersebut disuruhnya diamil di dalam tas echolac hitam yang selama ini tidak pernah saya buka, tas tersebut berada di dalam lemari pakaiannya dirak paling bawah.

Besoknya saya membuka tas echolac tersebut, nomor kombinasi kunci pembuka yang disebutkannya, 2345, ternyata benar, nomor rahasi itu bisa membuka tas hitam kokoh tersebut, di dalam tas itu selain dokumen ada juga buku deposito Bank Gumilang dengan jumlah Rp. 2,5 milyar, uang tersebut langsung aku check di Bak Gemilang dan memang ada, jumlah semuanya Rp. 2,7 milyar.

Mas Hendrik berpesan, uang tersebut jangan diambil dari Bank Gumilang, akan tetapi ambil saja bunganya setiap bulan, bungan yang berbunga, yang jumlahnya amat cukup besar sesudah dihitung semenjak Mas Hendrik wafat, maka itu, setiap bulannya saya datang ke Bank Gumilang untuk mengambil bunga deposito tersebut dan dari itulah kami hidup, bahkan saya bisa menggaji pembantu baru dan tukang kebun lagi.

Semenjak pertemuan gaib ke tiga itu, sampai tahun 2018 ini, Mas Hendri tidak pernah datang lagi, baik secara wujud fisik mau pun dialam mimpi saya, sama sekali tidak pernah saya temukan lagi, jangankan sosok fisik, datang kealam impian pun, tidak terjadi lagi, akan tetapi setiap tiga bulan, pada hari kematiannya, saya dan anak saya datang ke pemakamannya di Taman Pemakaman Umum Karang Mulya, Parungpanjang, Banten.

Cerita-Gaib-Misteri-Arwah-Suami-Mengajak-Berhubungan-Badan

Karena penasaran tentang apa yang saya alami soal berhubungan dengan arwah, maka saya berkonsultasi dengan guru spiritual mumpuni, Kiyai Permas Pangeran Bayi, berusia 54 tahun, praktisi supranaturalis di Jakarta Barat, Kiyai demikian saya memanggilnya, menyebut bahwa apa yang saya alami itu sebagai peristiwa supramistika yang amat langka, yang datang ketiga kali dalam kehidupan saya itu bukanlah roh atau pun arwah Mas Hendrik, namun jin piaraannya semasa hidup, yang menyerupai Mas Hendrik.

"jadi yang datang itu bukan arwah suami saya, bukan juga roh Mas Hendrik?" tanya saya, sambil penasaran.

"Yang datang dan menyetubuhi ibu itu ialah jin piaraan, nama Sasmito Diharjo, jin pendamping Hendrik ketika dia masih hidup, sesudah wafat, dia tetap hidup dan adanya disekitar pemakaman karang Mulya, tempat dimana Hendrik dikuburkan," ucap Kiyai Permas Pangeran Bayi, kepada saya, serius.

"jadi yang berhubungan dengan saya itu sebangsa jin? akankah berpengaruh kepada rahim dan kandungan saya?" tanya saya, makin penasaran.

"Ya, rahim ibu harus dirawat, sperma jin itu harus dibersihkan, kalau tidak ibu bakalan terkena kanker rahim atau pun ibu mengandung anak jin," ucap Kiyai Permas, sambil mengambil sebuah alat pendeteksi gangguan makhluk gaib di dalam kotak kayu disebelahnya duduk.

"kejadian tersebut sudah lama berlalu, apakah masih bisa berdampak saat ini Kiyai?" sorong saya.

"Pengaruh negatif dari berhubungan intim dengan jin tersebut memang tidak cepat, akan memakan waktu lama bisa sampai lima tahun bu," terang Kiyai Permas, sambil menyebut bahwa di dalam rahim saya ada janin kecil anak dari bangsa jin yang piaraan Mas Hendrik yang menyamar tuannya.

Saya amat tegang, gelisah dan gundah hulana, otak saya terputar ditaburi rasa takut, pertama saya takut terkena kanker rahim akibat hubungan badan dengan jin, kedua saya takut hamil dan mengandung anak jin, duh ...Gusti, Alhamdulillah, karena kemampuan supranatural yang amat luar biasa dari kiyai, saya dirawat selama sepuluh kali datang dan sembuh, rasa sakit dirahim saya yang merupakan benih kanker, lenyap dalam waktu tidak lama, terus janin kecil kehamilan anak jin, lenyap juga dari perut saya, sesudah saya melakukan check up bagian vital tersebut, dokter medis pun, menyatakan saya bersih dari benih kanker serta tidak hamil, baik anak manusia mau pun anak jin.

Cerita-Gaib-Misteri-Arwah-Suami-Mengajak-Berhubungan-Badan

Kepada Kiyai saya meminta bantuan supaya Mas Hendri datang dalam mimpi saya, bukan sebagai jin, akan tetapi sebagai wujud sesungguhnya, tapi bukan fisik, namun rohnya yang hadir ke dalam impian saya, sekarang setiap malam Jumat Kliwon setiap bulan, saya bermimpi bersama Mas Hendrik, kami bersama bergembira di taman bersama anak kami, kami pergi ke tepi laut, ke gunung unutk menikmati indahnya alam ciptaan maha sempurna Allah Azza Wajalla, akan tetapi itu cuma di dalam mimpi, namun mimpi yang seperti kenyataan.

Mimpi itu bisa disetel oleh kiyai Permas setiap malam Jumat Kliwon serta itu pasti datang, syaratnya ialah saya ambil wudhu sebelum tidur, terus memiringkan badan ke selatan dan membaca mantra-mantra sakti mandraguna mimpi sebelum saya tidur, matra tersebut berbahsa Sunda Lama, Sunda Mantra yang diberikan oleh Kiyai Permas Pangeran Bayi khusus unutk ke datangan roh suami saya yang sudah meninggal, kalau saya ingin bertemu dengan ayah saya, berbeda lagi mantranya, semua mantra itu menggunakan bahasa Sunda mantra yang diciptakan sendiri oleh Kiyai Permas Pangeran Bayi yang juga sakti mandraguna.

sementara jin piaraan almarhum, sekarang tidak bisa masuk kerumah saya lagi, Kiyai pun menanam jimat-jimat keramat untuk melindungi rumah saya dari kejahatan mistik mau pun santet, teluh dan guna-guna dan pelet, tidak bisa mempan berhubungan dengan rumah saya, mereka datang tapi jaraknya cuma 14 meter dari rumah, mereka seperti dipagarin api dan kalau masuk, walau mereka dibuat dari api, akan menjadi debu.

Untuk itulah, kata Kiyai, mereka takut melewati pagar gaib yang sudah dibuat berbentuk api dan membinasakan makhluk gaib apa pun untuk masuk, baik itu dari jin, babi ngepet, kuntilanak, tuyul dan wewe gombel, semuanya akan musnah terbakar api biru seperti api bule gas.

Demikian artikel dari Cerita Gaib - Misteri Arwah Suami Mengajak Berhubungan Badan, saya tutup sampai disini, dan juga silahkan di ikuti pada Cerita Gaib kami yang lainnya dan tentunya tidak kalah menarik untuk di ikuti.

Cerita Gaib - Kisah Nyata Matinya Dukun Santet

Cerita-Gaib-Kisah-Nyata-Matinya-Dukun-SantetCerita Gaib - Rumah besar dipinggir jalan raya tersebut, semua orang sudah tahu siapa pemiliknya, orang-orang menyebutnya rumah mbah Dudung, entah itu sebutan atau pun nama aslinya sejak kecil, yang jelas, mereka tahu bahwa mbah Dudung ialah dukun kondang, pasiennya datang silih bergenti, pasiennya kebanyakan dari luar kota.

Ada yang dari Trenggalek, Probolinggo, Surabaya, Malang, Blitar, bahkan ada juga dari Kajarta dan luar pulau Jawa ada yang datang meminta bantuan mbah Dudung.

Kemarin saja ada orang kerumah mbah Dudung dua orang, satu pria dan satunya lagi perempuan, mengendarai mobil bermerek dan keluaran tahun tinggi, pada salah seorang tetangga mbah Dudung, keduanya mengaku berasal dari Semarang, Jawa Tengah.

"Benar ini kediaman mbah Dudung?" tanya tamu itu kepada Iwan, tetangga dekat mbah Dudung, "mbah Dudung dukun serba bisa itu kan?" Iwan balik bertanya kepada mereka, ingin kepastian dari mereka, "jika itu yang sampeyan cari, rumah mbah Dudung memang ini," Iwan menandaskan.

Lelaki dengan dua orang yang sehari-harinya pedagang buah di pasar Kalitalun tersebut lantas mempersilahkan tamunya masuk, sebab Iwan sudah membantu mengetukan pintu rumah mbah Dudung, " terima kasih ...pak", kata si tamu sambil memarkirkan mobilnya di halaman rumah berwarna kemerahan itu.

Seperti biasanya, mbah Dudung tidak terlalu lama melayani tamu dari Semarang itu, ada banyak orang yang antri untuk ditangani oleh mbah Dudung, otomatis masing-masing tamu tidak terpuji bila terlalu lama berada di dalam kamar praktik mbah Dudung yang konon amat menyeramkan.

Menurut desas-desus yang merebak beberapa hari sesudahnya, tamu dari ibu kota Jawa Tengah tempo hari itu minta jasa baik mbah Dudung untuk melenyapkan saingan bisnisnya.

Tangan mbah Dudung yang terlalu gampang untuk membunuh dengan bantuan gaib ilmunya itu memang tempat amat ideal untuk keperluan itu, buktinya, lawan bisnis Syafrul, orang Semarang tadi, meninggal dunia dengan cara mengenaskan, Budi mush usaha Syafrul, tertimpa batu sebesar kerbau manakala Budi sedang mengawasi kerja anak buahnya disebuah pabrik pemecahan batu tidak jauh dari rumahnya.

Cerita-Gaib-Kisah-Nyata-Matinya-Dukun-Santet

Sudah puluhan tahun mbah Dudung memang terkenal menjadi dukun tenung, profesi yang digelutinya secara turun temurun, paling tidak, almarhum mbah Dani, orang tuanya dulu pun kondang sebagai dukun tenung.

Nasib baik masih selalu berada dibelakang keluarganya, karena setiap ada pihak yang mau menghabiskan mbah Dudung, dengan berbagai cara, tidak ada yang pernah berhasil, termasuk saat ramai-ramainya penculikan dukun tenung beberapa tahun yang silam, mbah Dudung mampu selamat, ilmu yang dimiliki memang amat cukup ampuh di dalam membentengi dirinya dari serangan orang yang tak menyukainya sepak terjangnya.

Tidak aneh bila lelaki berambut gonderong mirip mbah Surip tersebut semakin merasa tidak tertandingi, entah sudah berapa orang yang meninggal secara gaib lewat tangannya, cuma dirinya dan Allah saja yang mengetahui jumlah pastinya.

Sebagai seorang dukun senior, materi yang dikumpulkan dari uang yang diberikan dari para pasiennya amat cukup lumayan banyak, rumahnya amat bagus, ladang, sawah diberbagai daerah, di dalam lokasi tempat tinggalnya mau pun diluar daerah, jumlahnya bisa puluhan hektar plus dengan tabungan di bank yang amat cukup menggiurkan kalau ditunjukan kepada orang lain.

Pekerjaan mbah Dudung yang lain ialah tukang servis dan pendongkrak daya tarik bagi para perempuan nakal, bila seorang perempuan yang terjun di dunia kelam sudah kurang diminati tamu langganan serta dia datang ketempat prktek mbah Dudung, dijamin beberapa hari kemudian perempuan itu pasti kebanjiran orderan.

Tubuh perempuan tersebut yang sebelumnya kusam dan tidak mendatangkan selera, bisa kelihatan bahenol, sintal, cantik serta amat mengundang birahi, langgananya kembali datang, uang mengalir lagi, aliran dana itu sebagian tentunya mengarah kerumah mbah Dudung sebagai balas budi, balas budi yang klimaksnya membuat kekayaan lelaki dengan dua orang isteri dan tiga orang anak tadi makin menggunung.

Untuk membuat makin tajam dan cespleng ilmunya, mbah Dudung harus mengadakan ritual dan persembahan kepada gaib pembantunya, diantaranya ritual tadi ialah meminum darah binatang, utamanya ayam berbulu hitam, berkulit legam.

Cerita-Gaib-Kisah-Nyata-Matinya-Dukun-Santet

Orang kerap menyebutnya dengan Ayam Cemani, darah ayam model inilah yang pada saat-saat tertentu harus diminum olehnya, semakin tidak lalai melakukan ritual semakin ampuh dan berjaya ilmunya, ini dipercayai betul oleh mbah Dudung selama ini.

Manusia, bagaimana pun, ada kalanya diatas, ada saatnya dibawah, keinginan dan harapan bisa melaju terus tanpa batas, akan tetapi umur tidak akan bisa dibendung, dari muda menjadi tua, tidak bisa dihindari, demikian juga yang dialami oleh mbah Dudung, tanpa disadari, dia telah makin tidak lincah gerak tangan, hentakan kaki dan desah nafasnya juga sudah tidak berirama sempurna lagi.

"Bila saya berjalan lebih jauh lagi, rasanya seperti mau berhenti nafas ini," keluh mbah Dudung suatu ketika kepada seorang istrinya.

"Wajar, usia bapakkan sudah lebih dari tujuh puluj tahun," kata si istri yang bernama Wagiyem itu.

"Saya berencana untuk tidak memforsir diri lagi dalam bekerja,"ucapnya dengan wajah kusut masai.

"Terus, ilmu bapak mau dikemanakan?" tanya Wagiyem sambil duduk berjajar dengan suaminya, dibawah rindangnya pohon trembesi tidak jauh dari rumahnya.

"Saya sudah berusaha untuk sedikit demi sedikit membuang pengaruh ilmu itu dengan mantera-mantera yang sudah saya hafal."

"Hasilnya bagaimana, pak?"

"Karena saya mempunyai banyak ilmu, perlu waktu lama untuk membuangnya satu per satu."

"Tidak ada yang diwariskan pak?"

"Anak-anak kita tidak ada yang berminat," ucap mbah Dudung setengah mengeluh.

"Kepada orang lain, bagaimana pak?"

"Sampai saat ini masih belum pernah saya lihat orang datang kemari untuk keperluan itu."

"Terus?"

Cerita-Gaib-Kisah-Nyata-Matinya-Dukun-Santet

"Ya, sudahlah ini resiko kita, Wagiyem," mbah Dudung memandang kealam lepas, alam yang diatas sana bergulung-gulung awan kelabu, bahkan berubah menghitam, pertanda hujan akan segera mengguyur mayapada.

Beberapa hari kemudian, mbah Dudung jatuh sakit, awalnya cuma pusing-pusing biasa, realitanya rasa pusing ini semakin parah serta berganti dengan munculnya bintik-bintik merah hampir di sekujur tubuhnya, berbagai macam cara sudah ditempuh untuk menghentikan penyakit aneh ini.

Obat modern, jamu-jamu herbal serta banyak usaha lain yang ditempuh, masih belum juga bisa mendatangkan hasil memuaskan, bahkan keadaan dirinya semakin parah saja dengan tekanan darahnya yang terus melonjak tinggi.

Orang-orang yang sebelumnya berusaha membantu dengan caranya masing-masing, mulai menjauh, mereka sudah angkat tangan, tanpa ingin mendahului kehendak Yang Maha Kuasa, dalam hari kecil mereka sudah tertanam kepercayaan bahwa mbah Dudung tinggal menghitung hari saja sebagai penghuni bumi ini.

"Kasihan dia, "bisik seseorang yang sempat berkunjung kerumah mbah Dudung.

"Semenjak beberapa bulan sebelumnya, kabarnya mbah Dudung lupa mengadakan ritual minum darah ayam, apa benar demikian, kang?"

"Saya kurang tahu masalah itu, dik, itu urusannya mbah Dudung dan keluarganya, kita sebaiknya cuma ikut berdoa, jika kalau tak sembuh, mudah-mudahan ada jalan lapang saja bagi perjalanan hidup mbah Dudung selanjutnya."

"Ya, kang, tidak baik terlalu jauh menggunjingkan kekurangan orang lain."

"Ya,"

Saat dua orang ini hendak beranjak pulang, sebab sudah lama keduanya di dalam ruangan tempat mbah Dudung berbaring, terdengar ada rintihan keluar dari mulut dukun itu.

"Uhhhh ...!" hanya itu, kemudian, " potongkan saya ayam dan ambil darahnya, "kata mbah Dudung memelas.

Seorang anaknya yang sedang menunggu disitu segera menuruti kehendak bapaknya, seekor ayam cemani yang mungkin sudah lama dipersiapkan langsung disembelih serta darah segarnya diberikan pada bapaknya, mbah Dudung segera meminum darah yang diwadahi cangkir kecil berwarna merah muda.

Baru saja beberapa tetes darah masuk kerongga mulut, mbah Dudung menyemprotkan kembali darah itu keluar, darah memuncrat itu berhamburan ke segala arah, sampai membasahi baju dan wajah beberapa orang yang sedang membesuknya.

Cerita-Gaib-Kisah-Nyata-Matinya-Dukun-Santet

Sebelum orang-orang tahu apa yang musti dilakukannya, mbah Dudung berteriak lantang dan hewerrr, crot darah kental keluar dari rongga tenggorokannya, tubuh mabh Dudung berputar-putar seperti ayam baru dipotong, sebentar membujuh kearah utara, sebentar berbalik ke selatan, sangkin menderitanya, tubuh itu seakan terlonjak-lonjak keatas, setengah berputar serta breg, terjerembab ke dipan kayu berukir dibawahnya.

Darah kental terus termuntahkan seakan tanpa henti, semprotan darah ada dimana-mana, diranjang, selimut, sekujur tubuh mbah Dudung dan lantai dibawahnya, ada berliter-liter darah, mungkin, sudah terkuras dari tubuh mbah Dudung, tidak perlu hitungan tiga detik selanjutnya, tubuh mbah Dudung tersebut sudah kehabisan darah, mereka yang duduk di kanan kiri ranjang cuma melonggo keheranan, mbah Dudung sudah tiada, dia menninggal dalam kondisi yang tersiksa dan amat mengenaskan.

Demikian artikel dari Cerita Gaib - Kisah Nyata Matinya Dukun Santet, saya tutup sampai disini, dan juga silahkan di ikuti pada Cerita Gaib kami yang lainnya dan tentunya tidak kalah menarik untuk di ikuti.

Cerita Gaib - Melihat Hantu Perempuan Di Kos Teman

Cerita-Gaib-Melihat-Hantu-Perempuan-Di-Kos-TemanCerita Gaib - Sebagai seorang petualang pastinya sering sekali merasa ketakutan kalau kita bakalan digangguin makhluk gaib apa lagi naik gunung malam-malam, begitu pun selama saya bereksplore saya yang masih belum pernah sekali pun tatapan langsung atau sekedar melihat sesuatu yang ganjal serta cuma bisa dilihat oleh orang tertentu, "takut itulah perasaan saya pada saat ini," pada hal dulu yang namanya hantu tersebut saya tidak terlalu percaya namun sesudah tahu sendiri hantu itu ada pasti akan menjadi momok tersendirinya, jika sekedar dengar suara sich sering namun positif thinking saja pada saat itu, sebenarnya sich sangat salah jika kita merasa takut sama ciptaan Allah yang lain, akan tetapi namanya manusia sich pastinya akan muncul rasa takut pada sesuatu sebab kita ialah makhluk sempurna mempunyai akal dan mempunyai rasa takut.

Sebenarnya bukan pertama kali saya mengalami keanehan-keanehan seperti halnya mimpi pas ndaki di lawu pertama kalinya tentang prajurit yang berpakaian seperti di Tv cuma telanjang dada yang berlarian mengejar seseorang, ternyata 1,5 tahun kemudian saya baru tahu jika mimpi tersebut sebagai bunga tidur dari penunggu lawu setelah saya ndaki ke dua kalinya serta seorang teman saya kesambet hantu pas naik gunung lawu, ketika itu kamis dauh sampai di warung sedang derajat serta kami diceritakan asal usul sumur tersebut dan petilasan, kaget juga dengan cerita yang mirip banget seperti bunga tidur saya 1,5 tahun lalu yang katanya jika mimpi itu nantinya bakal kesini lagi dan itu memang betul-betul terjadi kepada diri saya, aku pun langsung merinding kalau saya sudah bermimpi seperti itu.

Boleh percaya boleh juga tidak jika kita sudah pernah ngelihat barang yang aneh pastilah akan kerap mengalami hal yang aneh-aneh, begitu juga dengan pengalaman teman saya pertama kali Budi melihat sosok kuntilanak yang sangat jelas, kejadian ini pas saya kuliah semester awal di Jogja, sebenarnya saya dihantui sama kuntilanak ini di kosan teman saya yang dulunya juga sempat ngekos bareng disitu, jadi pada saat kuliah pertama kali kami sempat satu kamar bertiga dengan Taufik, Erick dan saya sendiri, entah kenapa selama kami bareng disitu kami tidak pernah merasa hal yang aneh, pada hal kadang serem pun saat tahu dibelakang kosan mereka ialah kuburan diarea sagan, apa lagi kalau malam terdengar suara, gedubag yang ternyata itu suara pedagang angringan yang lewat.

Ketika sudah hampir satu bulan kami ngekos bersama akhirnya saya dapat kos baru di terban, akan tetapi Erick sana Taufik tetap dikos tersebut tapi akhirnya mereka punya kamar sendiri-sendiri, Taufik dikos belakang yang langsung dapat melihat ke arah pohon-pohon bambu disamping kuburan serem juga, sama bareng di Jogja akan tetapi karena kami tidak dapat kosan Taufik yang satu tempat terpaksa saya yang ngalah, sekalian kuliah bareng begitulah kalau malam kos Taufik sebagai basecamp namun kalau siang kos saya yang menjadi basecamp kos yang paling deket dengan tempat kuliah.

Cerita-Gaib-Melihat-Hantu-Perempuan-Di-Kos-Teman

Kejadian melihat hantu kuntilanak tersebut terjadi pada bukan Oktober 2004, ketika itu saya sudah tertidur lelap di kamar Taufik setelah kami merasa capek kerjakan tugas dan saya tertidur dari jam 20.30an, lelap amat sampai malam itu saya ngerasa ada yang mengganjal dipikiran saya, ternyata karena saya belum isya an saat itu, karena ada niat baik serta untuk menenangi hati walau pun jam menunjukan 00.30 saya pun bergegas ke kamar mandi yang jaraknya amat cukup jauh dibaian depan kosan, dan amat gelap memang sebab hanya ada beberapa lampu kecil, saya pun melenggang tanpa rasa dosa, iseng-iseng pas sampai perempatan lorong "jika kearah kiri menuju kerumahnya kakak pak kos, dan kearah kanan menuju ruangan cuci/kamar mandi bu kos sedangkan kamar mandi anak kos berada diujung lorong baru kearah kanan.

Iseng-iseng saya nyanyi-nyanyi pada saat itu serta sambil berjalan menuju kearah kamar mandi pas diperempatan lorong saya menoleh kearah kiri, dan apa yang saya lihat itu sungguh diluar dugaan saya ternyata ada sosok wanita berbaju serba putih dengan terurai rambut panjangnya sebokong saya lihat sedang menggantung diteras depan rumah kakak pas kos, sambil saya melihat-lihat mata saya berusaha melihat dengan memelototinya karena kemungkinan cuma halusinasi saya saat itu sebab lorong yang ke arah kiri amat cukup gelap, dan masyaallah ternyata saya bener-benar tahu itu memang hantu sesudah saya lihat wajahnya ternyata tidak ada sama sekali alias pucat tanpa ada mata mulut dan hidung, langsung dech saya merinding saat itu komat kamit baca doa serta segera cepat-cepat lari ke kamar mandi, jujur saja saat itu saya yang tidak kebelet pipis langsung dech terkencing-kencing, ambil air wuduk pun saya sekenanya sambil melihat ke arah belakang siapa tahu hantu itu ikuti saya dan saya pun sekencang-kencangnya pas lewat lorong tanpa melihat lokasi hantu tersebut.

Sepertinya waktu berhenti saat itu saya sampai depan kamar Taufik entah keringat campur air saya pun segera masuk dan karena saya terburu-buru Taufik sempat terbangun tidur dan tanya ke saya mengapa kamu kok ngos-ngosan dan ektakutan, jujur saat itu saya pucet amat ketakutak, sambil terbata-bata saya menjawab saja saya habis wudlu dan selesai sholat saya pun langsung tidur dengan kepala tak tutup bantal, akhirnya semenjak itu saya jarang banget tidur ditempatnya Taufik, kalau pun tidur saya harus selesai sholat dulu biar tidak ke kamar mandi malam-malam serta tidak akan pipis kalau tidak benar-benar terpaksa.

Demikian artikel dari Cerita Gaib - Melihat Hantu Perempuan Di Kos Teman, saya tutup sampai disini, dan juga silahkan di ikuti pada Cerita Gaib kami yang lainnya dan tentunya tidak kalah menarik untuk di ikuti.

Cerita Gaib - Resiko Membuka Mata Batin Sendiri

Cerita-Gaib-Resiko-Membuka-Mata-Batin-SendiriCerita Giab - Keingintahuan dan rasa penasaran tentang kehidupan Dunia Gaib dan metafisik mendorong sebagian orang untuk berusaha membuka mata batinnya.

Cara membuka mata batin yang terbilang mudah membuat mereka berusaha untuk mengamalkannya, pada hal, bila tidak kuat dengan resiko yang akan dihadapi dikemudian hari, membuka mata batin malah bisa menjadi awal kesulitan bagi mereka sendiri.

Terus apa saja sebetulnya resiko membuka mata batin sendiri bagi orang yang sekedar mencoba-coba, apa yang harus dipersiapkan agar sesudah membuka mata batin kita tidak harus menderita resiko kesulitan itu?

Resiko Membuka Mata Batin

Cerita-Gaib-Resiko-Membuka-Mata-Batin-Sendiri

Sama seperti mempelajari ilmu kebatinan lainnya, mengamalkan ilmu membuka mata batin pun sebaiknya didampingi oleh guru atau pun orang yang sudah berpengalaman dalam ilmu spiritual.

Sudah banyak kejadian yang membuktikan bahwa membuka mata batin bukanlah hal gampang yang bisa untuk dimain-mainkan, resiko yang sudah terjadi dari pengalaman orang yang membuktikannya berikut ini dapat menjadi pertimbangan sebelum kamu memutuskan untuk membuka mata batin kamu sendiri.

(1). Melihat Makhluk Gaib Secara Mendadak

Cerita-Gaib-Resiko-Membuka-Mata-Batin-Sendiri

Resiko membuka mata batin yang pertama ialah kerap melihat makhluk gaib secara mendadak, resiko ini pernah aku buktikan sendiri diawal pertama kali saya mempelajari ilmu ini, meski pun sesudah saya berhasil membuka mata batin aku tidak lupa untuk menutupnya kembali, tapi beberapa kali bayangan makhluk gaib datang di penglihatan aku secara tiba-tiba.

Yang paling parahnya, pernah suatu saat aku mengendarai sepeda motor tiba-tiba aku melihat sesosok Kuntilanak menyebrang secara mendadak, kejadian tersebut bahkan membuat aku kecelakaan jatuh dari motor.

Sesudah aku berkonsultasi kepada guruku, menurut beliau kejadian yang aku alami itu dikarenakan mata batin aku masih belum tertutup secara sempurna, guru saya pun kemudian menutupkannya rapat sampai saya tidak pernah lagi mengalami kejadian sama sampai saat ini.

Oh ya, perlu diketahui bahwa menurut guruku, resiko inilah yang menjadi resiko membuka mata batin yang paling kerap terjadi kepada diri kita kelak.

(2). Mudah Kesurupan

Cerita-Gaib-Resiko-Membuka-Mata-Batin-Sendiri

Aku tidak pernah mengalami kesurupan seumur hidupku, sekali pun saya pernah membuka mata batin tapi, beberapa orang yang aku kenali mengaku kalau sesudah membuka mata batin dan sengaja tidak menutupnya kembali, mereka sering mengalami kesurupan dan hilang kesadaran, tidak pelak sebab hal inilah kita amat diawajibkan untuk segera menutup kembali tabir yang tersingkap supaya dijauhkan dari beragam gangguan makhluk gaib.

(3). Berada Dalam Ketakutan

Cerita-Gaib-Resiko-Membuka-Mata-Batin-Sendiri

Bagi orang yang lemah iman, membuka mata batin sama saja dengan menjadikan diri mereka menjadi seorang penakut, bayangan sosok-sosok astral yang mengerikan bisa terus ada di dalam pikiran untuk datang menghantui disetiap kesempatan, sebab bayangan itu mereka akan sering lemah mental, buka cuma ditempat yang angker atau yang dikeramatkan, melainkan juga kepada orang yang baru dikenalnya.

Sebagai catatan saja, perlu diketahui bahwa resiko membuka mata batin ini cuma akan menderita oleh mereka yang imannya lemah, jika sebaliknya, artinya untuk orang yang cukup kuat imannya, membuka mata batin malah membuat seseorang semakin berani, kuat mental, serta percaya diri.

(4). Sulit Berkonsentrasi

Cerita-Gaib-Resiko-Membuka-Mata-Batin-Sendiri

Karena rasa takut yang semakin besar, sesudah seseorang sering berhubungan dengan lingkungan gaib disekitarnya maka satu hal lain yang menjadi resiko membuka mata batin ialah dia akan kerap mengalami sulit berkonsentrasi, ini ialah hal yang amat mengganggu untuk kehidupan seseorang.

(5). Mengalami Gangguan Jiwa

Cerita-Gaib-Resiko-Membuka-Mata-Batin-Sendiri

Ini menjadi resiko yang paling fatal bisa terjadi kepada mereka sendiri yang sudah memaksakan diri untuk mempelajari ilmu membuka mata batin, tidak dapat dipungkiri, sudah banyak kejadian orang yang mempelajari ilmu spiritual tanpa guru menjadi gila serta mengalami gangguan jiwa.

Gangguan jiwa diyakini bakal terjadi sebab adanya sebagian jiwa yang hilang mengalir ke alam gaib kepada orang yang mengalaminya, serta membuka mata batin ialah salah satu hal yang membuat itu terjadi.

Itulah kelima resiko membuka mata batin yang perlu kamu ketahui dan dipertimbangkan sebelum mencoba-coba membuka tabir pemisah alam di mata kamu,

Demikian artikel dari Cerita Gaib - Resiko Membuka Mata Batin Sendiri, saya tutup sampai disini, dan juga silahkan di ikuti pada Cerita Gaib kami yang lainnya dan tentunya tidak kalah menarik untuk di ikuti.

Cerita Gaib - Kisah Nyata Jimat Kain Kafan

Cerita-Gaib-Kisah-Nyata-Jimat-Kain-KafanCerita Gaib - Ibu ...! sudah cukup saya malu dengan bisikan tetangga, kita ini muslim, apa artinya kalau ibu pergi haji ke tanah suci kalau ibu masih saja menjadi lintah darat seperti ini? kata saya kepada ibu yang lagi menghitung uangnya.

"Diam kamu, sudah kamu tidak usah ikut campuri urusan ibu, yang sangat penting kamu bisa kuliah dengan adik-adik kamu, ayah kamu juga sudah lumpuh serta seperti mayat hidup, apa bisa dia berikan kita kehidupan?" bentak ibu saya di pagi buta.

"Ya Allah, berikan hidayah kepada ibu saya, bukakanlah pintu taubat ibu saya "cuma ini ratapan hati saya yang terus saya lakukan, hufff ...panas banget hari ini, suasana kampus bener-bener membosankan, sudah pelajaran yang sempat memeras otak yang masih belum lagi dosennya yang super killer, benar-benar suasana yang membuat saya merasa jenuh, bisik hati saya.

Saya langkahkan denga n gontai kaki saya menuju kerumah, dengan sebuah harapan makan dengan lauk yang sudah tersedia dirumah,namun hufff lagi-lagi, suara memecah di siang bolong, apa lagi jika bukan ibu saya bertengkar dan berkacak pinggang dengan orang-orang yang tidak bisa kembalikan uang yang dipinjamkan plus bunga yang saya rasa mencekik leher, suasa ini tidak asing lagi dirumah saya, maka itu saya tidak pernah betah tinggal dirumah, tapi cuma satu yang masih berat saya tinggalkan dirumah ini, ayah saya dan adik saya, semua keperluan mereka saya yang penuhi serta persiapkan.

Saya sendiri merasa heran mengapa pembantu dirumah kami tidak pernah ada yang betah hingga tiga bulan, keluar masuk gitulah, saya sudah tidak heran lagi, sebab ibu saya yang kejam serta super cerewet, seenaknya saja memerintah dan membentak pembantu.

"Ayah ...minum obat dulu," ucap saya kepada ayah yang lagi termenung.

Saya tidak pernah lupa menyempatkan diri selalu ke kamar ayah, kamar yang diasingkan oleh ibu, bahkan sepertinya ibu saya telah menganggap ayah kami telah meninggal.

Ayah saya lumpuh total, bicara pun sudah tidak bsa, yang terlihat cuma keriput tua serta lelehan air matanya seolah isyarat dia ingin segera diambil nyawanya, untuk memperingan tugas saya yang selalu merawat ayah.

Tapi, saya sebagai anak itu sudah kewajiban saya, saat saya lihat jam sudah jam 12 malam, entah mengapa tiba-tiba perasaan saya jadi tidak tenang, haus menyerang ditenggorokan, saya bangun dengan melangkah berat menuju ke dapur, tapi langkah saya terhenti mendadak sebab saya melihat ada sekelebatan orang menuju ke kamar ibu.

"Siapa ya ...?" bisik saya.

"Apa ibu memasukan lelaki di rumah kami?" dugaan negatif terus berkecamuk dibenak saya.

Dengan langkah pelan-pelan saya dekati kamar ibu, saya merasa ada suara erangan dengan bisikan-bisikan nakal.

"Astagfirrullah ...saya dengar seperti seseorang sedang bercinta, apakah ibu saya sedang berzina? bisik saya, saya pun membuka pintu tersebut ternyata pintunya tidak terkunci, saya teriak sekencang-kencangnya.

"Ibuuuu, apa yang ibu lakukan dirumah ini? sungguh saya jijik melihat tingkah laku ibu, teriak saya padanya, tapi apa yang saya dapat, "anak tidak tahu sopan santun, main masuk saja ke kamar orang tua, "plak ...plak, tamparan kerasa ke pipi saya.

Saya lari menuju kamar saya, saya menangis, saya malu melihat kelakuan bejat ibu saya, rupanya tanpa sepengetahuan saya ibu sering membawa laki-laki masuk ke kamarnya, kemudian bisikan tetangga pun makin membuat telingga saya gatal.

"Itu ternyata Bu Sutris selain seorang rentenir pun seorang pezinah, bahkan katanya juga pemuja setan, banyak para pemuda yang dikencani tapi besoknya sang pemuda itu menjadi seperti orang tua, keriput dan layu, bisikan tetangga saya.

Cerita-Gaib-Kisah-Nyata-Jimat-Kain-Kafan

Saya berjalan dengan langkah cepat, saya malu para tetangga seolah-olah ikut juga memusuhi saya, pada hal saya tidak pernah tahu apa pun yang dilakukan oleh ibu saya, saya melihat dalam rumah keadaan lenggang, sepi, dikesempatan ini saya beranikan diri memasuki kamar dimana yang selalu di kunci oleh ibu, saya tidak kehabisan akal, saya buka paksa dengan berbagai cara, gimana saya harus tahu apa yang ada di dalam kamar itu, dimana ibu saya selalu menghabiskan waktu berlama-lama di kamar tersebut.

Akhirnya usaha saya tidak sia-sia, saya melihat kamar tersebut semuanya hitam, mulai sprei warna tembok, dan ada cermin yang kelihatan sudah tua, dan bau dupa dan aroma mistik langsung menyerang saya, tanpa sengaja mata saya tertuju pada lemari disudut kamar, dengan sedikit perasaan was-was saya buka.

Masya allah ...rupanya uang dengan bertumpuk-tumpuk saya lihat disana dan lempengan emas serta berlian, begitu banyakkah harta ibu saya? bisik saya seolah tidak percaya melihatnya.

Saya masih terus menyusuri kamar ini, serta saat ini perhatian saya tertuju kearah meja kecil bersusun disana ada toples kecil yang ternyata isinya seperti bulu dan rambut, tapi saya tidak tahu apa maksudnya itu, serta di dalam kamar itu saya terus berkumandang asma-asma allah serta ayat kursi saya baca, sebab saya merasakan ada sesuatu yang sepertinya terus mengawasi saya, dan saya temukan juga kain putih yang kumal tersimpan di dalam kotak tua, apa ini? saya amati, baunya busuk amat, tapi saya bawa keluar dengan harapan mau saya cuci, mungkin ini kumal sampai perlu saya bersihkan, mengingat ibu saya tidak sempat kali untuk mencuci.

Saya keluar dari kamar itu serta saya bawa kain putih tersebut, saya rendam di bak dengan harapan mudah untuk membersihkannya, kring ...kring ...kring, telepon rumah berbunyi, mengagetkan saya, langsung saya sambar gagang telepon.

"Halo selamat siang?" tanya si penelpon.

"Iya, siang juga"

"Apa benar ini rumah ibu Sutris?"

"Iya benar, saya anaknya"

"Kami dari pihak kepolisian, mengabarkan ibu kamu mengalami kecelakaan dan meninggal dunia, segera datang kerumah sakit, kami tunggu"

"Masya allah, saya menangis histeris, ibuuu ratap saya sendiria.

Saya pacu secepatnya mobil supaya segera sampai ke rumah sakit, dan saya melihat ada polisi sudah menunggu saya, diantarnya saya ke kamar mayat untuk memastikan, apakah ini benar ibu saya?

Ya Allah, ternyata benar dia ibu saya, kondisinya hancur kepala remuk, mobil ibu bertabrakan dengan truk yang sama-sama melacu kencang dari arah berlawanan, saya kuatkan diri ini, adik saya pun terus menangis, bahkan saya melihat ayah pun meneteskan air matanya.

Acara prosesi pemakaman pun akan segera berlangsung, tapi ada janggalan waktu jenazah ibu dimandikan, maaf dari lubang kemaluan ibu sepertinya terus menerus mengeluarkan cairan putih, kami bersihkan berulang-ulang kali, tapi masih saja keluar lagi, dan ada seorang ustadah yang memberitahukan sudahlah mungkin ini sudah kehendak Allah, sesudah saya amati, sepertinya cairan putih tersebut seperti sperma.

Saya terus mengikuti prosesi sesudah dimandikan, saya ikuti juga waktu dikafani, Masya Allah, ada lagi kejadian yang membuat saya heran muka ibu dan tubuhnya pun mengeluarkan cairan putih itu, bahkan kain kafan yang mau terbungkus dimana masih baru, namun dipenciuman orang seperti bau bangkai, saya sendiri pun menciumnya, kemudian kami beli lagi sampai kain kafan yang keempat pun tidak jauh beda, setelah menempel ketubuh ibu, bau kain kafan tersebut langsung berbah busuk, saya terus menangis, antara meminta pengampunan kepada Allah atas kelakuan ibu saya dan saya pun malu kepada tetangga yang ikut merawat jenazah ibu saya.

Cerita-Gaib-Kisah-Nyata-Jimat-Kain-Kafan

Akhirnya jenazah ibu saya pun dikebumikan, dan seorang ustadah mengikuti saya sampai rumah, disanalah saya juga menceritakan semua kejadian yang saya alami dan kamar yang saya temukan.

"Mana kain yang kamu cuci itu?" tanya ustadah kepada saya.

"Ada bu, sebentar aku ambilin,"

"Ini bu, kainnya," saya berikan kain tersebut yang sudah saya setrika rapi.

"Hmmmm ...., masyaallah nak, ini bukan kain biasa, namun ini jimat kain kafan yang entah dari mana diperoleh ibu kamu dan kepada siapa ibu kamu pernah berguru, baiklah aku akan ceritakan sedikit yang pernah saya tahu, kain kafan ini bisa memperolehkan kekayaan dengan cara memuja kepada Setan dan bisa melancarkan segala usaha, akan tetapi kain kafan ini bakal hilang khasiatnya kalau ditemyukan orang atau dicuci, dan disitulah awal petaka bagi pemujanya,
" inilah cerita dari ustadah.

Ya Allah, ampuni ibu saya, waktu beranjak siang, ustadah berpamitan dan memberi saya wejangan supaya saya kuat dan pertebalkan iman saya, nanti malam katanya ustadah bakal datang lagi bersama kyai yang bakal membantu saya, sebab aroma mistiknya masih menyelimuti rumah kami.

Saya beranikan memasuki kamar itu lagi, saya buka lemari berisi uang bertumpuk-tumpuk itu, serta sedikit pun saya enggan untuk mengambilnya, saya buka ada laci kecil dan saya temukan sebuah buku tua, sepertinya buku ajaran sesaat yang dituliskan oleh guru ibu saya.

Saya bawa buku tersebut dan saya baca tertulis disana.

"Dengan kamu bersetubuh tiap hari Senin dan Kamis maka kamu akan awet muda dan harta pun akan terus bertambah dan nilai kewibawaan kamu pun bakal bertambah, takkan ada seorang pun yang berani melawan kamu serta menentang kamu, itulah aura kain kafan tersebut, maka itu saat kamu bersetebuh, mintalah kepada lawan main kamu untuk membuang spermanya dikit ketubuhkan dan kamu ambil sedikit kamu usapkan kewajah kamu dan yang masih menempel ditubuhkan usapkan dengan kain kafan yang sudah kamu peroleh dari saya, disanalah dari sperma mereka kamu sudah menghisap auranya lewat kain kafan tersebut, maka lawan main kamu bakal kelihatan layu sebab auranya sudah kamu ambil.

Ya Allah, sedemikian jijiknya saya membaca buku ini, ternyata ini yang dilakukan ibu saya selama ini, malam telah menyapa bacaan tahlil bergema dirumah saya, sesudah acara tahlil usai saya memberanikan diri berbicara kepada para tetangga yang hadir diacara tahlilan, saya minta maaf atas nama ibu saya, dan membebaskan hutang dan melunaskan hutang kalau ada yang masih mempunyai tanggungan hutang kepada ibu saya, kelihatan ucapan dari mereka Alhamdulillah ....terima kasih nak.

Satu persatu tetangga berpamitan pulang, kini tinggal saya dan kyai dan ustadah, saya tunjukan buku yang saya temukan tadi dan kain kafan tersebut saya berikan kepada kyai tersebut.

"Astagfirullah hal adzim, begitu laknat setan menjerumuskan umat manusia yang tipis imannya, pada hal sudah berhaji, rupanya cuma buat kedok belakang, aku masih mencium aroma panas dan mistik dirumah ini, baiklah akan aku mulai membacakan doa serta menyepurnakan ibu kamu," ucap kyai tersebut.

Suasana rumah benera-bener mencekam, entah saya diliputi perasaan yang amat takut, tapi ketakutan saya itu tercium oleh ustadah beliau menggengam tangan saya, baca ayat-ayat semampu kamu, kita mempunyai Allah yang bakal melindungi kita, jadi kita berkumpul diruangan tengah dimana saya lihat kyai duduk ditengah dan saya serta ustadah ayah saya dimana dengan kursi roda dan asik saya semata wayang pun saya rangkul dia teramat takut, maklum adik saya masih SD, tapi kyai tau beliau menyirep adik saya supaya tertidur, kamu semua berkumpul dan dilingkari oleh asma kyai dimana, jika ada suara dan bunyi apa pun jangan sampai keluar dari lingkaran yang sudah ditentukan oleh kyai itu.

Cerita-Gaib-Kisah-Nyata-Jimat-Kain-Kafan

"Bismillah ...., ayo semuanya baca doa juga" pinta kyai itu.

Saya terus membaca ayat kursi sambil bersila dan ayah pun semuanya khusyuk serta saya lihat adek saya tertidur dengan pulas disebelah saya, tiba-tiba suasana mencekam dari kamar ibu saya tiba-tiba terbuka pintu kamar duorrrr, saya terkejut, masyaalah saya takut, saya lihat Pocong ibu saya keluar dari kamar itu dengan kondisi yang terkoyak amburadul, saya seolah menangkap bisiknya.

"Nak, kesinilah kemarikan kain kafan itu, mana ibu butuh itu," saya semakin takut, pocong ibu terus mendekat kepada kami, pak kyai terus membaca doa serta saya dengar beliau berkata jangan dihiraukan kata-katanya dan jangan kamu lari kepadanya, dia bukan ibu kamu, dia iblis yang menyerupai ibu kamu.

Saya terus berdoa dengan perasaan takut serta menghiba saya lihat bagaimana pun dia ialah ibuku, saya ingin memeluknya tapi ada juga perasaan takut yang amat luar biasa, pocong itu mendekat tapisepertinya ada dinding yang tidak bisa tembung untuk mendekati saya, pocong itu terus berganti memanggil ayah saya, mas tolong saya mana kain kafan tersebut berikan kepada saya, pocong itu berusaha mendekati ayah saya, akan tetapi gagal juga, mungkin inilah yang disebut sudah dipagari sama kyai.

"Wahai iblis yang menyerupai manusia, kamblilah kewujud asli kamu, atau akan saya bakar kamu dengan ayat-ayat-Nya, rupanya Kyai terus membaca doa-doa, dan masyaallah pocong tersebut berubah menjadi api yang melingkari dan melayang tapi seolah-olah berkata, minta kain kafan itu, serta kyai dengan cepat membakar kain kafan yang tadi saya berikan bersamaan dengan bukunya, dan saya dengan kyai membaca doa dan ayatkursi yang terus bergema dari mulut kami, serta ustadah, Alhamdulillah ....tiba-tiba lingkaran api tersebut seolah melengking teriak dan berubah menjadi asap yang terus hilang entah kemana, dan bau angus menyeruak diruangan tersebut, ya ...kain kafan dan buku tersebut sudah menjadi abu sebab dibakar oleh kyai.

Saya dengan lirih seolah suara ibu saya, untuk menjaga dan merawat asik saya, dan saya pun mengajak ustadah ke kamar yang tadinya sempat terdengar ledakan, rupanya toples yang berisi rambut dan bulu tersebut pecah berhamburan entah siapa yang memecahkannya, saya tunjukan kepada kyai dimana ada uang dan orang pemuja, yang pemujanya wafat hartanya pasti ikut ludes, saya hangus, biasanya kalau orang pemuja, yang pemujuanya wafat hartnya pun pasti ikut ludes, saya sentuh uang tersebut dan harta itu, serta saya wakafkan semuanya kepada panti asuhan dan jompo dan kepada anak yatim, saya serahkan kepada mereka semua dan cuma berharap doa-doa dari mereka bisa menembus dosa ibu saya, dan melapangkan jalannya.

Demikian artikel dari Cerita Gaib - Kisah Nyata Jimat Kain Kafan, saya tutup sampai disini, dan juga silahkan di ikuti pada Cerita Gaib kami yang lainnya dan tentunya tidak kalah menarik untuk di ikuti.


My Visitor